2.1 Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi

2.1 Infrastruktur Tekhnologi Informasi dan Contohnya

Insfrastruktur Teknologi Informasi (TI) didefinisikan sebagai sumber daya teknologi bersama yang menyedikan paltform untuk aflikasi sistem informasi perusahaan yang terperinci. Infrastruktur TI meliputi investasi dalam peranti keras, peranti lunak, dan layanan, seperti: konsultasi, pendidikan, dan pelatihan yang tersebar diseluruh perusahaan atau tersebar duselutuh unit bisnis dalam perusahaan. Dapat dijabarkan dengan:

  • Platform komputasi yang digunakan untuk meenyediakan layanan komputasi yang berhubungan dengan karyawan, pelanggan dan pemasok dalam lingkungan digital yang konsisten yang meliputi mainframe besar, kumputer dan laptop, dan personal digitalassistant (PDA) serta Internet.
  • Layanan telekomunikasi yang menyediakan data, suara, dan konekvisitas video kepada karyawan, pelanggan, dan pemasok.
  • Layanan pengaturan data yang menyimpan dan mengelola data perusahaan dan menyediakan kemampuan untuk menganalisis data.
  • Layanan peranti lunak aplikasi yang menyediakan kemampuan untuk keseluruhan kemampuan seperti sistem perencanaan sumber daya perusahaan, manajemen hubunga pelanggan, rantai pasokan, dan menejemen pengetahuan yang digunakan bersama-sama oleh seluruh unit bisnis.
  • Manajemen fasilitas fisik yang mengembangkan dan mengelola instalasi fisik yang dibutuhkan untuk layanan komputasi, telekomunikasi, dan manjemen data.
  • Layanan manajemen TI yang merencanakan dan mengembangkan infrastruktur, berkoordinasi dengan unit bisnis untuk berbagai layanan TI, mengelola akuntansi untuk pengeluaran TI dan menyediakan program layanan proyek.
  • Layanan standar TI yang memberikan kebijakan yang menentukan teknologi informasi mana yang akan digunakan, kapan dan bagaimana menggunakannya, kepada perusahaan dan unit-unit bisnisnya.
  • Layanan pendidikan TI yang menyediakan sistem pelatihan untuk karyawan dan melatih menajer dalam merencanakan dan mengelola investasi TI.
  • Layanan pelatihan dan pengembangan TI yang menyediakan perusahaan dengan penelitian mengenai proyek-proyek TI yang berpotensi dan investasi yang dapat membantu perusahaan mendiferensiasikan diri di pasar.

Kisah Kasih Rangga dan Cinta

Related image

Tulisan ini dikutip dari dua film seri AADC(Ada Apa dengan Cinta), yang menceritakan tentang kisah kasih dua orang remaja yaitu Rangga dan Cinta. Berawal dari persaingan disebuah lomba puisi yang telah mempertemukan keduanya berlanjut hingga akhirnya mereka berdua menjadi sepasang kekasih. Ujian terberat cinta kasih mereka terjadi saat Rangga harus pindah sekolah ke Amerika, yang kemudian sempat membuat hubungan cinta kasih keduanya sempat putus selama 4 tahun. Namun pada akhirnya keduanya dipertemukan kembali saat Rangga kembali ke Indonesia untuk menemui Ibundanya. Pertemuan ini membuat cinta kasih keduanya kembali bersemi.

Jalinan hubungan antara Rangga dan Cinta ini sama dengan definisi cinta kasih dalam kamus bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, yang berbunyi cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan.

Cinta kasih keduanya juga memenuhi 3 unsur cinta seperti definisi Dr.Sarlio.W.Sarwono, yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan. Dimana keintiman dan kemesraan banyak ditunjukan dalam film AADC 2.

Kisah Kasih Rangga dan Cinta

Related image

Tulisan ini dikutip dari dua film seri AADC(Ada Apa dengan Cinta), yang menceritakan tentang kisah kasih dua orang remaja yaitu Rangga dan Cinta. Berawal dari persaingan disebuah lomba puisi yang telah mempertemukan keduanya berlanjut hingga akhirnya mereka berdua menjadi sepasang kekasih. Ujian terberat cinta kasih mereka terjadi saat Rangga harus pindah sekolah ke Amerika, yang kemudian sempat membuat hubungan cinta kasih keduanya sempat putus selama 4 tahun. Namun pada akhirnya keduanya dipertemukan kembali saat Rangga kembali ke Indonesia untuk menemui Ibundanya. Pertemuan ini membuat cinta kasih keduanya kembali bersemi.

Jalinan hubungan antara Rangga dan Cinta ini sama dengan definisi cinta kasih dalam kamus bahasa Indonesia karya W.J.S Poerwadarminta, yang berbunyi cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan.

Cinta kasih keduanya juga memenuhi 3 unsur cinta seperti definisi Dr.Sarlio.W.Sarwono, yaitu keterikatan, keintiman dan kemesraan. Dimana keintiman dan kemesraan banyak ditunjukan dalam film AADC 2.

 

 

1.3 Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi

Kerangka Kerja (Framework) Manajemen Layanan Sistem Informasi

  1. Information Technology Infrastructure Library (ITIL)
    ITIL atau Information Technology Infrastructure Library adalah suatu rangkaian dengan konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI). Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.
  2. Control Objectives for Information and Related Technology(COBIT)
    COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology) merupakan audit sistem informasi dan dasar pengendalian yang dibuat olehInformation Systems Audit and Control Association (ISACA) dan IT Governance Institute (ITGI) pada tahun 1992.
  3. Software Maintenance Maturity Model
  4. PRM-IT  IBM’s Process Reference Model for IT
  5. Application Services Library (ASL)
    Aplikasi Layanan Perpustakaan (ASL) adalah kerangka kerja domain publik dari praktik terbaik yang digunakan untuk standarisasi proses dalam Aplikasi Manajemen, disiplin memproduksi dan memelihara sistem informasi dan aplikasi. Istilah “perpustakaan” digunakan karena ASL disajikan sebagai satu set buku yang menggambarkan praktek-praktek terbaik dari industri TI. Hal ini dijelaskan dalam beberapa buku dan artikel (banyak dari mereka hanya tersedia dalam bahasa Belanda) dan di situs resmi ASL BiSL Foundation.
  1. Business Information Services Library (BISL)
    BiSL adalah standar domain publik sejak tahun 2005, diatur oleh Lembaga ASL BiSL (sebelumnya Lembaga ASL). Kerangka kerja ini menggambarkan standar untuk proses dalam manajemen informasi bisnis di strategi, manajemen dan operasi tingkat. [1] BiSL berkaitan erat dengan ITIL dan ASL kerangka, namun perbedaan utama antara kerangka kerja ini adalah bahwa ITIL dan ASL fokus pada pasokan sisi informasi (tujuan organisasi TI), sedangkan BiSL berfokus pada sisi permintaan (yang timbul dari organisasi pengguna akhir)
  2. Microsoft Operations Framework (MOF). Microsoft Operations Framework (MOF) 4.0 adalah serangkaian panduan yang bertujuan membantu teknologi informasi (TI) profesional menetapkan dan menerapkan layanan yang handal dan hemat biaya.
  1. eSourcing Capability Model  for Service Providers (Escm-sp) daneSourcing Capability Model for Client Organizations (eSCM-CL) dari ITSqc for Sourcing Management
    eSourcing Capability Model  for Service Providers (eSCM-SP) adalah suatu kerangka kerja yang dikembangkan oleh ITSqc di Carnegie Mellon University. eSCM-SP adalah “praktek terbaik” model kemampuan dengan tiga tujuan :
  • Untuk memberikan penyedia layanan bimbingan yang akan membantu mereka meningkatkan kemampuan mereka di seluruh sourcing siklus hidup
  • Untuk menyediakan klien dengan cara yang obyektif mengevaluasi kemampuan penyedia layanan
  • Untuk menawarkan penyedia layanan standar untuk digunakan saat membedakan diri dari pesaing.

 

Source:

1.2 Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi

Metode yang digunakan Manajemen Layanan Sistem Informasi Infrastruktur 

  1. Total Quality Management (TQM)
    TQM adalah strategi manajemen yang ditunjukan untuk menanamkan kesadaran kualitas pada semua proses dalam organisasi.
  2. Six Sigma
    Six Sigma adalah suatu alat manajemen baru yang digunakan untuk mengganti Total Quality Management (TQM), sangat terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan menghilangkan biaya.
  3. Business Process Management (BPM)
    BPM adalah suatu metode penyelarasan secara efisien suatu organisasi dengan keinginan dan kebutuhan organisasi tersebut. BPM merupakan suatu pendekatan manajemen holistic untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi bisnis seiring upaya untuk mencapai inovasi, fleksibilitas dan integrasi dengan teknologi.
  4. Capability Maturity Model Integration (CMMI)
    CMMI adalah suatu pendekatan perbaikan proses yang memberikan unsure-unsur penting proses efektif bagi organisasi. Praktik-praktik terbaik CMMI dipublikasikan dalam dokumen-dokumen yang disebut model, yang masing-masing ditunjukan untuk berbagai bidang yang berbeda.

 

Source: https://naufalakmalfauzi.wordpress.com/2017/03/17/manajemen-layanan-sistem-informasi/

1.1 Tugas Manajemen Layanan Sistem Informasi

Pengertian Manajemen Sistem Informasi dan Contoh

Manajemen itu sendiri dapat meliputi tentang berbagai kegiatan mengenai proses perencanaan, pengawasan, pengarahan, pengorganisasian dan sebagainya. Sedangkan informasi dalam sebuah organisasi merupakan data yang diolah dengan sedemikian rupa hingga mempunyai nilai dan arti bagi organisasi. Dengan hal ini maka kita dapat menyimpulkan bahwa sistem informasi manajemen ( SIM ) adalah sebuah sistem yang mengolah dan mengorganisasikan data serta informasi yang akan memiliki kegunaan untuk mendukung semua pelaksanaan tugas dalam suatu organisasi.

Siapa sih yang tidak membutuhkan sebuah manajemen? Bahkan organisasi kecil pun membutuhkan sebuah manajemen yang tepat seperti rumah tangga yang jika tidak ada manajemen akan sulit untuk mengaturnya dengan baik. Dengan hal tersebut tentunya sistem manajemen sangat penting dalam organisasi-organisasi agar lebih teratur dengan adanya fungsi dan tugas masing-masing departemen yang berbeda.

Sistem informasi manajemen ini akan dapat memudahkan berbagai macam pekerjaan yang berhubungan dengan analisis manajemen, dan selalu dapat diselesaikan degan cepat. Sistem ini juga akan dapat bekerja dengan baik jika mendapatkann dukungan dari teknologi yang canggih, sumber daya manusia yang berkualitas dan juga komitmen yang ada pada sebuah organisasi. Kegiatan sistem ini akan dapat mendukung kelancaran proses bisnis disebuah perusahaan dan juga akan sangat berperan penting untuk berbagai kelangsungan perusahaan. Dengan demikian, perusahaana tentunya harus memiliki komitmen untuk menjalankan sistem ini, agar berbagai proses perusahaan dapat berjalan dengan baik dan juga akan memberikan keuntungan pada perusahaan, termasuk proses produksinya.

Agar informasi yang akan dihasilkan sistem informasi managemen bisa berguna untuk manajemen, analisis sistemnya tentu harus mengetahui segala macam kebutuhan informasi yang diperlukan seperti, dengan mengetahui berbagai kegiatan masing-masing tingkatan manajemen dalam organisasi serta keputusan yang dapat diambil untuk menyelesaikan masalah.

Berikut adalah beberapa contoh konkrit penerapan Sistem Informasi Managemen  ( SIM ) :

 

  1. Enterprize Resource Planning ( ERP )

Sistem Enterprize Resource Planning ini seringkali digunakan oleh sejumlah perusahaan besar dalam mengelola manajemennya serta untuk melakukan pengawasan yang akan saling terintegrasi dengan unit bidang kerja keuangan, Sumber Daya Manusia, Pemasaran, Accounting, Operasional dan Pengelolaan Persediaan perusahaan.

  1. Transaction Processing System ( TPS )

TPS ini digunakan sebagai pemproses data yang memiliki jumlah besar dengan transaksi bisnis yang rutin. Program TPS ini biasanya diaplikasikan oleh perusahaan untuk manajemen gaji dan inventaris. Misalnya aplikasi yang digunakan sebagai bantuan keuangan yang ada di desa pemprov di jawa timur.

  1. Office Automation System ( OAS )

Fungsi dari sistem ini yaitu sebagai media komunikasi antar departemen disebuah perusahaan agar menjadi lancar tanpa adanya suatu penghalang. Sistem ini juga dipergunakan oleh perusahaan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan oleh pekerja. Penggunaan sistem ini dapat berupa individu maupun kelompok.

  1. Supply Chain Managemen ( SCM )

SCM ini memiliki kegunaan yang sangat bermanfaat bagi managemen karena seluruh data-data yang disajikannya terintegrasi mengenai managemen suplai bahan baku, mulai dari pemasok, pengecer, produsen dan juga konsumen akhir.

  1. Informatic Managemen System ( IMS )

Sistem ini memiliki kegunaan untuk mendukung spektrum tugas-tugas yang ada dalam organisasi, dan juga dapat digunakan untuk membantu analisa pembuatan keputusan. Fungsi lain dari sistem ini yaitu dapat menyatukan beberapa fungsi informasi dengan program komputerisasi, contohnya e-procedurement.

  1. Expert System ( ES ) & Artificial Intellegent ( AI )

Sistem ini dibuat berdasarkan dari Artificial Intelegent atau kecerdasan buatan yang akan memberikan kegunaan untuk  penganalisa dan  memecahkan suatu persoalan atau masalah dengan menggunakan pengetahuan tenaga para ahli yang  dimasukkan sebuah program kedalamnya, contohnya bisa seperti Sistem Jadwal Akademik.

  1. Excekutif Support System ( ESS )

Kegunaan dari sistem ini dapat untuk membantu sang manajer perusahaan dalam berinteraksi dengan lingkungan perusahaan dengan berpegang pada grafik serta pendukung komunikasi lainnya untuk memberikan dukungan untuk keputusan yang tidak terprogram dalam manajemen.

Keuntungan ESS ini adalah mampu untuk menganalisa tren, mudah bagi eksekutif atas menggunakannya, dan augmentasi kemampuan kepemimpinan manager dan masih banyak lagi keuntungan menggunakan ESS ini.

 

Source: https://garudacyber.co.id/artikel/220-pengertian-dan-contoh-sistem-informasi-manajemen

Monumen Cinta Kasih Abadi

Dharma Sri Maharaja demikian bunyi penggalan sebuah prasasi di Candi Plaosan, ya pembangunan Candi Plaosan memang ditujukan sebagai sebuah wujud persembahan cinta kasih dari Maharaja Rakai Pikatan kepada sang permaisurinya Pramodyawardhani. Dalam sebuah relief Candi Plaosan digambarkan sang raja yang tengah dimabuk asmara terhadap sang permaisuri. Di relief yang lain digambarkan sang putri kesengsem dengan sang raja.

Image result for cinta candi plaosan

Rakai Pikatan adalah raja ke 6 dari kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Sanjaya yang beragama Hindu Siwa. Sedangkan Pramodyawardhani adalah seorang putri mahkota dari Wangsa Sailendra yang beragama Buddha Mahayana. Perbedaan mendasar tersebut tidak menghalangi cinta kasih mereka. Keberadaan kompleks Candi Plaosan membuktikan kekuatan cinta mereka. Arsitektur agama Hindu dapat dilihat dari keberadaan perwara yg mengelilingi candi, sedangkan keberadaan stupa adalah khas candi Buddha.

Candi romantis Plaosan ini terletak di Dusun Plaosan, Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten Jawa Tengah

Image result for candi plaosan

Daftar Pustaka: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjateng/candi-plaosan-candi-paling-romantis-di-jawa-tengah/
#CintaKasih, #WarisanBudaya, #Sejarah & #Wisata

 

Tugas 4.3: Inovasi SI dan Teknologi Informasi Modern

Keberadaan transportasi online ditengah-tengah masyarakat memang sangat membantu. Berbagai kalangan masyarakat, merasa sangat terbantu dengan keberadaannya jasa layanan transportasi online ini. Seperti mau makan tapi malas keluar, mau mengantar dokumen tapi malas keluar, semua itu bisa terkordinir kedalam satu sistem aplikasi sehingga membuat segalanya menjadi efektif dan efisien.
Tahu kah kamu kalau keberadaan ojek online ternyata mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu kali ini ojek Indonesia akan membahas apa saja sih kelebihan dan kekurangan dari keberadaan ojek online.
Sampai saat ada 3 aplikasi ojek online yang popular yang beroperasi di Indonesia yakni Gojek, Grab, Uber.
Kelebihan
1.Tarif murah dan transparan
Dahulu sering kali konsumen merasa tertipu oleh tukang ojek yang memberikan tarif yang lebih dan tidak masuk akal. Tetapi sekarang, dengan keberadaannya aplikasi ojek online semua menjadi transparan baik itu bisa mengetahui rute perjalanannya dan tarifnya bisa diketahui lebih dahulu. Jadi semua tarif yang harus dibayar penumpang sudah tertera sejak awal, sehingga tidak ada proses tawar menawar lagi dengan pengendara. Terlebih dengan adanya berbagai promo yang ditawarkan oleh pihak ojek online.
2. Praktis
Dengan ojek online jelas semua menjadi praktis, karena kamu bisa memesan atau kamu ingin mengantarkan barang dari rumah serta kantor hanya dengan gadget. Driver ojek online langsung menghampiri sesuai keinginan pemesan.
3. Aman dan lebih terpercaya
Aman, ya karena setiap driver atau konsumen harus melakukan registrasi terlebih dahulu. Sehingga jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, semua dapat dilacak dengan mudah. Dengan begitu, penumpang akan merasa lebih aman menggunakan pengemudi yang sudah terdaftar. Penumpang juga bisa mengetahui rute perjalanannya jadi bisa merasa aman dan nyaman ketika menggunakan layanan dari ojek online.
Kekurangan
1. Jaringan sering bermasalah
Karena ini berupa aplikasi online maka besar kemungkinan akan ada gangguan dari sistem jaringan. So, jika sedang ada bermasalah di sistem jaringan, baik konsumen maupun bagi driver tidak bisa berbuat banyak hingga jaringannya benar-benar telah benar.
2. Kurangnya pemahaman pengendara terhadap keselamatan berkendara
Kebanyakan dari driver ojek online kurang memahami mengenai keselamatan di jalan raya. Padahal seperti Gojek, Grabbike telah memberikan bekal pengetahuan para drivernya tentang safety riding atau keselamatan dalam berkendara. Hal ini jelas, akan berdampak fatal jika sang driver ojek online tidak mengetahui mengenai keselamatan dalam berkendara.
3. Hati-hati data pribadi tersebar

Saat kamu ingin mendaftarkan diri dalam aplikasi jasa transportasi online maka kamu akan diwajibkan mengisi berbagai data diri termasuk nomor telepon. Sesungguhnya data ini yang akan dipakai untuk driver ojek online bisa menghubungi saat kesusahan di jalan. Namun, kamu juga harus berhati-hati, karena sudah ada beberapa kasus yang menggunakan data ini untuk hal yang tidak kita inginkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tugas 4.2 : Inovasi SI dan Teknologi Informasi Modern

Go-Jek, Grab, dan Uber adalah tiga penyedia transportasi online besar di Tanah Air. Ketiganya terus menawarkan layanan dan fitur terbaru demi menggaet pelanggan baru.
Persaingan mereka pun terbilang ketat dan terkadang diwarnai dengan hal kontroversial. Berikut fakta menarik soal Go-Jek, Grab, dan Uber menurut studi dari ilmuOne Data dengan sumber data yang diperoleh dari comScore.
Studi ini mengungkap jumlah pengguna (unique visitor) Grab dan Gojek tidak jauh berbeda (8,6 juta dan 8,8 juta per bulan). Sementara jumlah pengguna Uber sekitar seperempatnya (2,3 juta per bulan).
Go-Jek memiliki basis pengguna 8,8 juta, sedangkan Grab memiliki basis pengguna 8,6 juta. 4 juta dari pengguna Go-Jek juga menggunakan Grab.
Menariknya 15,8 persen dan 16,9 persen pengguna Go-Jek dan Grab, masing-masing juga menggunakan Uber. Namun, 60 persen pengguna Uber menggunakan Go-Jek dan Grab.
Mengenai jumlah pengguna berdasarkan jenis kelamin, Go-Jek memiliki 3.403.000 pengguna pria dan 5.468.000 pengguna wanita.
Pengguna dari sisi umur
Grab memiliki pengguna pria 4.259.000 dan pengguna wanita 4.341.000. Sementara Uber hanya memiliki 988.000 pengguna pria dan pengguna wanita 1.355.000.
Selain jenis kelamin, masing-masing juga memiliki segmen demografi andalan dari sisi umur. Berikut penjabarannya:

Sebagai catatan, semua angka di atas berdasarkan data penggunaan di smartphone Android per Agustus 2017.
Berikut adalah perbandingan layanan aplikasi yang diberikan :
1.
2. Go-jek
3.
4.
Saat ini total ada 17 layanan ditawarkan Go-Jek. Selain layanan utama ojek online Go-Ride, Go-Jek juga menawarkan layanan Go-Car, Go-Bluebird, Go-Send, Go-Food, Go-Mart, Go-Busway, Go-Tix, Go-Box, Go-Clean, Go-Glam, Go-Massage, Go-Med dan Go-Auto, Go-Pulsa, Go-Bills, Go-Shop.
2.
3. Grab
4.
5.
Grab saat ini menawarkan tujuh layanan, GrabBike, GrabCar, GrabHitch (nebeng) Bike,
GrabHitch (nebeng) Car, GrabTaxi , GrabTaxi Promo dan Nearest Car or Taxi.
Go-Jek memberlakukan jam sibuk atau rush hour yakni pada pagi hari 06.00-09.00 dan sore 16.00-19.00. Di jam ini, tarif akan lebih mahal sekitar Rp 5.000 dari jam normal.
Untuk menarik minat konsumen, Go-Jek merayu pelanggannya dengan menawarkan diskon tarif perjalanan 50% jika membayar dengan uang elektronik Go-Pay. Promosi ini juga dilakukan Go-Jek untuk mendorong lebih banyak orang beralih ke cashless experience alias non tunai.
Berbicara pengalaman menggunakan aplikasi, saya cenderung mengalami kesulitan pada aplikasi Go-Jek yang kerap ditemui eror. Terkadang, orderan driver tersendat atau malah terjadi dobel order yang sering membingungkan pengguna dan driver.
Untuk komunikasi di antara driver dan penumpang, Go-Jek masih mengandalkan konektivitas selular. Jadi, ini akan memakan pulsa tambahan di luar paket data internet ketika driver dan penumpang perlu menelepon atau SMS. Di sisi lain, hal ini memungkinkan nomor telepon penumpang bisa diketahui driver.
Catatan lainnya, pada aplikasi Go-Jek tidak dicantumkan plat nomor kendaraan driver, sehingga menyulitkan pengguna menemukan driver yang menjemput mereka. Kondisi ini dipersulit dengan ketidakdisiplinan beberapa driver yang tidak menggunakan seragam.
Ojek Online Grab
Sebagai pesaing Go-Jek, Grab berupaya mengambil hati konsumen dengan memberikan berbagai diskon secara agresif. Grab kerap membuat kampanye tematik yang memasukkan kode tertentu untuk mendapatkan diskon, bahkan menggratiskan tarif perjalanan.
Sama seperti Go-Jek, Grab juga memberlakukan jam sibuk atau rush hour yakni pada pagi hari 06.00-09.00 dan sore 16.00-19.00. Di jam ini, tarif akan lebih mahal sekitar Rp 5.000 dari jam normal.
Grab Masnya, salah satu kampanye promosi Grab GrabMasnya, salah satu kampanye promosi diskon Grab. Beralih ke pengalaman menggunakan aplikasi, harus diakui aplikasi Grab relatif lebih smooth dan minim terjadi eror dibandingkan dengan Go-Jek. Nilai plusnya, Grab juga punya fitur chat dan panggilan telepon di dalam aplikasi.

 

 

 

 

 

 

 

Tugas 4.1 : Inovasi SI dan Teknologi Informasi Modern

Pengertian Shared Service
Konsolidasi atau sebuah business model yang memungkinkan sumber daya – sumber daya atau resources yang ada untuk keseluruhan elemen yang ada di dalam organisasi tersebut untuk level customer-service yang sudah ditentukan sebelumnya. Shared Services adalah sebuah business unit yang terpisah yang diciptakan dalam sebuah perusahaan, sebuah organisasi atau sebuah agen yang bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan atau services kepada operating business unit dan fungsi – fungsi korporasi di perusahaan atau organisasi tersebut.
Selain itu, Shared service bisa juga berarti penyediaan sebuah service atau pelayanan oleh satu bagian dari sebuah organisasi atau grup di mana service tersebut sebelumnya sudah ditemukan di dalam lebih dari satu bagian dari organisasi atau perusahaan tersebut. Secara harafiahnya, shared service adalah sebuah service atau layanan yang di-share atau dibagi pemakaian atau penggunaannnya oleh beberapa ataupun semua bagian -bagian entitas di dalam sebuah perusahaan atau organisasi.
Faktor pendanaan maupun sumberdaya dari service dibagi dan department yang menyediakan pelayanan tersebut secara efektif menjadi sebuah internal service provider atau sebuah penyedia jasa layanan internal. Ide utama dari shared service adalah “sharing” dalam sebuah organisasi atau group. Sharing ini secara fundamental dibutuhkan untuk memasukkan shared accountability atau akuntabilitas pembagian dari hasil oleh unit di mana pekerjaan yang dibagikan tersebut diboyong oleh sang provider. Di sisi sebaliknya, sang provider perlu untuk memastikan bahwa hasil yang sudah disetujui bersama tersebut disampaikan berdasarkan standard tertentu yang sudah ditetapkan (KPIs, cost, kualitas, dll). Shared Services juga bisa diterapkan dalam hubungan antar dua buah organisasi yang berbeda maupun lebih, untuk bagian yang berbeda dari kedua organisasi tersebut.
Contoh :
Dalam beberapa tahun terakhir, kecenderungan perusahaan untuk mengembangkan SSC semakin meningkat. Ini terutama dipicu oleh kemajuan teknologi ICT, baik aplikasi, teknologi jaringan, maupun penggunaan berbagai perangkat cerdas.
Kantor Pos dan Telkom misalnya, telah menyelenggarakan SSC untuk pengelolaan fungsi keuangan, akuntansi, SDM, ICT, dan aset. Dulu setiap kantor pos menyelenggarakan fungsi support tersebut masing-masing. Sekarang fungsi support disentralisasi berdasarkan regional tertentu yang memberikan pelayanan ke banyak cabang kantor pos di beberapa kota.
Dengan model SSC seperti ini, kantor pos pun mendapatkan banyak manfaat. Tidak perlu lagi di setiap kantor pos ada bagian (department) akuntansi, keuangan, pengelolaan SDM, ICT, dan aset. Pengurangan pegawai dapat dilakukan. Realokasi pegawai yang biasa menyelenggarakan aktivitas fungsi support dialihkan ke fungsi bisnis, seperti penerimaan layanan pelanggan di loket, layanan penjemputan barang, pemrosesan, dan pengantaran barang. Kantor pos lebih fokus pada pelayanan pelanggan, sementara pengelolaan fungsi support dilakukan bersama (common activities) dalam unit shared-service center.
Pengalokasian biaya implementasi SSC memerlukan solusi pengalokasian biaya (cost allocation) yang akurat. Bila tidak akurat, alokasi biaya SSC akan over costing atau under costing. Setiap cost harus dibebankan (cost assignment) ke obyek biaya (cost object). Cost merupakan pemakaian sumber daya untuk tujuan tertentu. Sumber daya ini bisa berupa tenaga kerja, kendaraan, bahan bakar minyak (fuel), gedung, peralatan kantor, perlengkapan kantor, ICT, dan lain-lain untuk menyelenggarakan aktivitas inti dan support yang diperlukan dalam penciptaan produk dan layanan pelanggan.

 

 

Design a site like this with WordPress.com
Get started